Gejala Penyakit Bronchitis Pada Anak

Penyakit bronchitis merupakan suatu peradangan atau inflamasi yang terjadi dari satu atau lebih bronchus. Penyakit bronchitis ini terbagi menjadi dua yakni penyakit bronchitis akut dan penyakit bronchitis kronis. Penyakit bronchitis akut adalah penyakit yang disebabkan karena angin, flu, alergi, dan beberapa hal lainnya. Sedangkan penyakit bronchitis kronis lebih disebabkan karena batuk yang terjadi selama bertahun-tahun dan dalam 3 bulan terjadi secara terus menerus.

Gejala penyakit bronchitis pada anak bisa ditandai dengan gejala infeksi saluran pernapasan yang ringan bagian atas, kemudian bisa ditambah dengan keadaan batuk yang dialami oleh anak-anak selama 2-3 hari yang kemudian aka menjadi semakin parah yang menyebabkan mereka muntah dan juga ada suara tidak normal saat bernapas.

Gejala penyakit bronchitis pada anak yang kasusnya parah adalah lebam biru yang terjadi pada anak dan cuping hidung anak akan mengalami pembesaran setiap kali mereka akan bernapas. Hal yang harus Anda lakukan adalah menghubngi dokter disaat anak Anda mengakami batuk selama berhari-hari dan disertai juga dengan demam.

Cara mengatasi gejala penyakit bronchitis pada anak bisa dilakukan dengan membuat udara menjadi lebih lembab di dalam ruangan yang bisa membantu anak bernapas lebih mudah, namun hal yang penting yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari ruangan bayi Anda agar bayi Anda terhindari dari debu dan juga kotoran.

Tepuklah dada anak Anda dengan pelan-pelan untuk membantu meringankan gejala penyaakit bronchitis yang mereka alami. Lakukanlah pencegahan dini untuk menghindari terjadinya resiko penyakit bronchitis yang lebih parah dan juga kematian pada bayi. Pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah menghindari mereka dari orang yang penyakit bronchitis, atau dengan menjauhkan mereka dari asap rokok. Hal ini bukan hanya dilakukan dalam keadaan anak Anda sedang sakit saja, namun juga dalam keadaan sehat sekalipun Anda perlu menjaga mereka dan menghindari mereka dari serangan penyakit bronchitis yang menjadi lebih parah dan juga serangan penyakit lainnya.

Posted in Bronkitis Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Bronkitis Pada Anak

Bronkitis adalah radang yang terjadi disepanjang saluran napas bagian bawah yan dimulai dari trakea, bronkus, dan bronkioli. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri sekunder yang menyertai infeksi virus saluran napas bagian atas. Penyakit ini uga bisa terjadi karena kontak dengan debu dalam waktu yang cukup lama. Penyebab bronkitis pada anaka lainnya adalah kembang gula dan minuman yang terlalu dingin. Gejala bronkitis pada anak yang timbul adalah batuk kering atau batuk berlendir, demam, dan badan menjadi lemah.

Gejala bronkitis pada anak diawali dengan flu yang berlanjut. Terjadi pembengkakan di saluran pernapasan dan mengeluarkan lendir, sehingga anak sulit bernapas. Gejala lain dari penyakit ini adalah batuk berdahak (berwarna hijau atau kuning), napas terengah-engah dan berbunyi dengan frekuensi sampai 40 kali per menit. Anak menjadi sering muntah karena ingin mengeluarkan lendir yang mengental di saluran pernapasan, menjadi sulit makan, dan suhu tubuh meningkat.

Bronkitis terjadi jika pembuluh halus saluran pernapasan mengalami peradanganl. Bronkitis dapat terjadi kapan saja. Umumnya penyakit ini bersifat endemis saat udara dingin dan lembap. Peradangan pembuluh bronchi menyerang selaput lender yang menyebabkan dahak melekat dan sulit dikeluarkan. Dahak yang pekat dan mengerak menyebabkan pembuluh dan saluran pernapasan menyempit. Akibatnya, penderita sulit bernapas dan akhirnya napas berbunyi. Jika serangan batuk dating mendadak, muka penderita kebiru-biruan. Sementara itu, berkurangnya oksigen menyebabkan kondisi penderita semakin melemah dan bahkan menjadi kurus. Pada serangan yang akut, dapat juga disertai demam, napas tersengal-sengal, dan kehilangan nafsu makan. Jika penyakit ini menjadi kronis, dapat menimbulkan banyak komplikasi. Gejala bronkitis pada anak yang umum pada penyakit ini adalah adanya batuk kecil yang terus menerus disertai dahak yang cukup banyak.

Dahak yang ada disaluran pernapasan harus dikeluarkan. Anak yang telah cukup besar diminta untuk mengeluarkan dahak setiap kali batuk, tetapi tidak dengan cara memaksa. Terhadap bayi atau anak yang belum mengerti, dahak dikeluarkan dengan cara menelungkupkan bati di pangkuan dengan posisi kepala di bawah dan selama batuk punggungnya di tepuk-tepuk. Untuk menghindari gejala bronkitis pada anak salah satunya adalah kekurangan cairan (dehidrasi), sebaiknya anak diberi minuman yang lebih banyak. Selain itu, orangtua harus mengawasi setiap aktivitas yang dilakukan anak yang menderita bronkitis supaya tidak terlalu capek atau lelah. Untuk memudahkan bernapas, posisi bantal sebaiknya agak tinggi.

Harus dihindari makanan yang berupa girengan, makanan pedas, gula-gula, serta makanan yang banyak mengandung tepung terigu. Penderita harus diberi pakaian yang hangat dan kering. Disamping itu, skitar leger dan dada jangan sampai terkena udara dingin secara langsung. Sebaiknya diusahakan, setelah sore hari tidak keluar rumah.

Untuk pertolongan pertama dapat diberikan air jeruk nipis yang dicampur madu atau air perasan kecur yang ditambah garam. Jika panas tidak turun dan keluhan semakin berat, segera mencari pertolongan tenaga kesehatan.

Bronkitis atau radang cabang tenggorok kronis disebabkan adanya infeksi hidung bagian atas sehiingga banyak lender keluar yang kemudian menutupi sebagian batang tenggorok. Oleh karena itu, lendir tersebut perlu dikeluarkan.

Dibawah ini adalah ramuan menghilangkan dahak pada penyakit bronkitis :

Bahan :

  • Akar kembang telang kering 0.3 gram
  • Air 4 gelas

Pemakaian : Rebus 0.3 gram akar kembang telang dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin airnya diminum 2 kali sehari sebanyak 1 gelas.

 

Posted in Bronkitis Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Bronkitis

Bronkitis terjadi terkadang tanpa diketahui sebelumnya, mungkin beberapa penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan bronkitis mereka hanya mengalami suatu gejala umum seperti batuk-batuk, sesak napas/asma dsb.

Namun tanpa disadari pula gejala tersebut membawa dampak buruk bagi tingkat kesehatan diri, apabila batuk yang diderita tak kunjung sembuh, tubuh semakin terasa lemah dan terkadang napas terasa sesak.

Untuk mengetahui secara singkat, bagaimana gejala dari bronkitis yang terjadi pada anak. Berikut adalah gejala umum yang sering ditemui pada penderita bronkitis pada anak, diantaranya adalah :

1. Umumnya tidak disertai demam, jika demam dengan suhu yang rendah dan sembuh dengan sendirinya.

2. Kondisi kesehatan yang terlihat membaik, tidak tampak seperti orang yang sakit, dan tidak merasakan napas yang sesak.

3. Terkadang disertai pula oleh nasofaringitis atau konjungtivitis

4. Jika didengarkan dengan menggunakan stetoskop pada paru-paru akan terdengar suara napas yang kasar atau berdenging didalam.

Setiap penyakit pastinya akan menuai pada komplikasi dari suatu penyakit itu sendiri, tanpa terkecuali bronkitis. Penyakit bronkitis yang terlambat penanganannya akan menuai reaksi pada komplikasi, seperti :

1. Bronkitis akut yang ditangani cenderung menjadi bronkitis kronik

2. Pada anak yang sehat jarang terjadi komplikasi, tetapi pada anak dengan gizi kurang dapat terjadi Othithis Media, sinusitis dan pneumonia

3. Bronkitis kronik menyebabkan mudah terserang infeksi

4. Bla sekret tetap tingga dapat menyebabkan atelektasisi atau Bronkietaksis.

Untuk mencegah sekaligus mengobati bronkitis perlu dilakukan suatu pemeriksaan atau diagnosa untuk menentukan pengobatan dan cara pengobatan yang baik bagi bronkitis terutama pada anak.

Diagnosa keperawatan yang dapat dilakuan untuk mencegah dan memperkecil risiko dari penyakit bronkitis yang diderita oleh anak agar batuk yang menjadi gejala awal bronkitis tidak bertambah parah, seperti :

1. Membatasi aktivitas anak
2. Tidak tidur di kamar yang ber AC atau gunakan baju dingin, bila ada yang tertutup lehernya
3. Hindari makanan yang merangsang
4. Jangan memandikan anak terlalu pagi atau sore dan mandikan anak dengan air hangat
5. Jaga kebersihan makanan dan biasakan mencuci tangan sebelum makan
6. Menciptakan lingkungan udara yang bebas polusi

Posted in Bronkitis Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Bronkitis Pada Anak

Bronkitis secara umum merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh inflamasi atau peradangan yang terjadi di bronkus. Para ahli medis berpendapat bahwa bronkitis adalah suatu penyakit atau gangguan respiratorik dengan batuk yang merupakan gejala utama dan sangat dominan atau sering terjadi.

Bronkitis juga dapat diartikan sebagai penyakit komplikasi akibat infeksi saluran pernapasan dan penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan atas seperti sinobronkitis, laringtrakeobronkitis, bronkitis pada asma dsb.

Secara medis, bronkitis yang terjadi pada anak disebabkan oleh adanya suatu peyakit bronkitis akut akibat virus, seperti Rhinovirus Sincytial Virus (RSV), Influenza virus, Para-influenza Virus, Adenovirus dan Coxsakie Virus.

Faktor risiko atau anak yang berisiko terserang penyakit bronkitis ini umumnya anak yang menderita Morbili, Pertusis dan infeksi Mycoplasma Pneumonia. Meskipun faktor risiko bronkitis yang terjadi pada anak belum dapat dipastikan. Namun dari banyaknya kasus yang terjadi dan penyebab yang diteliti, penyebab bronkitis pada anak tidak jauh berbeda seperti bronkitis yang terjadi pada orang dewasa.

Penyebab terjadinya bronkitis pada anak dapat ditimbulkan dari polusi udara yang tercemar karena anak sering main diluar rumah, alergi terhadap suatu hal yang mengganggu pernapasan, perubahan cuaca yang terkadang tak menentu serta infeksi pernapasan yang lebih awal terjadi kemudian berkembang menjadi bronkitis akut.

Posted in Bronkitis Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Bronkitis Pada Anak

Bronkitis merupakan infeksi saluran pernapasan yang menuju paru-paru. Gejala bronkitis diawali dengan flu yang berlanjut. Terjadi pembengkakan di saluran pernpasan dan mengeluarkan lendir, sehingga anak sulit bernapas. Gejala lain adalah batuk berdahak (berwarna hijau atau kuning), napas terengah-engah dan berbunyi dengan frekuensi sampai 40 kali per menit. Anak menjadi sering muntah karena ingin mengeluarkan lendir yang mengental di saluran pernapasan, menjadi sulit makan dan suhu tubuh meningkat.

Gambar penampakkan paru-paru pada anak yang menderita bronkitis

Dahak yang ada di saluran pernapasan harus dikeluarkan. Anak yang telah cukup besar diminta untuk mengeluarkan dahak setiap kali batuk, tetapi tidak dengan cara memaksa. Terhadap bayi atau anak yang belum mengerti, dahak dikeluarkan dengan cara menelungkupkan bayi di pangkuan dengan posisi kepala di bawah dan selama batuk punggung ditepuk-tepuk dengan perlahan.

Untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi), sebaiknya anak diberi minuman yang lebih banyak. Selain itu, orangtua harus mengawasi setiap aktivitas yang dilakukan anak yang menderita bronkitis supaya tidak terlalu capek atau lelah. Untuk memudahkan bernapas, posisi bantal sebaiknya agak tinggi.

Untuk pertolongan pertama dapat diberikan ramuan air jeruk nipis yag dicampur madu atau air perasan kencur yang ditambah garam. Jika panas tidak turun dan keluhan semakin berat, segera mencari pertolongan tenaga kesehatan atau konsultasi ke dokter.

Posted in Bronkitis Anak | Tagged , , , | Leave a comment